Pendaftaran Mahasiswa Baru

UM Pontianak menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT)

Universitas Muhammadiyah Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, aman, dan inklusif dengan menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Pontianak, dengan dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai program studi.

Acara dibuka secara resmi oleh pimpinan universitas yang menegaskan pentingnya peran seluruh civitas akademika dalam mencegah segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual di lingkungan perguruan tinggi. Narasumber yang hadir memaparkan berbagai regulasi serta mekanisme penanganan kasus kekerasan sesuai dengan peraturan pemerintah dan pedoman dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prosedur pelaporan, perlindungan korban, serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan di tingkat individu maupun kelembagaan.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari upaya pencegahan, strategi membangun budaya akademik yang sehat, hingga contoh nyata implementasi kebijakan anti kekerasan di kampus. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan bukan hanya tanggung jawab lembaga, tetapi juga seluruh elemen universitas.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi PPKPT ini, Universitas Muhammadiyah Pontianak berharap dapat memperkuat budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan profesionalisme. Kegiatan ini menjadi langkah nyata universitas dalam menciptakan ruang belajar yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sehingga seluruh mahasiswa dapat mengembangkan potensi akademik dan kepribadian mereka secara optimal.