RASAU JAYA – Upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan terus digalakkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pada Sabtu, 25 Oktober 2026, Dr. Arif Didik Kurniawan, M.Pd. melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Pemberdayaan Pelatihan dan Pendampingan Guru di Sekolah Muhammadiyah Rasau Jaya dalam Mengembangkan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Asesmen Autentik”. Kegiatan tersebut dipusatkan di SD Muhammadiyah Rasau Jaya sebagai bentuk komitmen nyata akademisi dalam memperkuat kapasitas tenaga pendidik di daerah.
Perkembangan kurikulum modern menuntut pergeseran paradigma evaluasi pembelajaran, dari yang semula berfokus pada tes tertulis konvensional menuju penilaian yang lebih holistik dan nyata. Asesmen autentik hadir sebagai jawaban metodologis untuk mengukur kemampuan peserta didik secara komprehensif, mencakup aspek pengetahuan, sikap, serta keterampilan berpikir kritis dalam konteks kehidupan nyata. Melalui instrumen ini, proses evaluasi tidak hanya menjadi sarana mengukur hasil akhir, melainkan bagian integral dari pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara utuh.
Pelatihan dan pendampingan ini diikuti oleh 11 guru Muhammadiyah di wilayah Rasau Jaya yang antusias memperdalam teknik penyusunan instrumen evaluasi. Para peserta diajak memahami prinsip dasar penataan indikator ketercapaian, perancangan rubrik penilaian berbasis kinerja, hingga simulasi penerapan asesmen portofolio di kelas. Interaksi dinamis yang terbangun selama sesi praktik memungkinkan para guru mengevaluasi secara langsung perangkat penilaian yang selama ini digunakan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Dalam pemaparannya, Dr. Arif Didik Kurniawan, M.Pd. menekankan bahwa keberhasilan asesmen autentik sangat bergantung pada kejelian guru dalam merancang tugas-tugas bermakna yang mencerminkan realitas kehidupan. Evaluasi yang ideal harus mampu merefleksikan proses belajar yang sesungguhnya serta memberikan umpan balik konstruktif bagi siswa. Penilaian yang autentik akan mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah konkret secara kreatif dan mandiri.
Tidak berhenti pada penyampaian teori, program PKM ini mengusung pola pendampingan berkelanjutan guna memastikan keberlanjutan implementasi di sekolah. Para guru diberikan panduan dan supervisi klinis dalam menyusun rubrik penilaian yang obyektif, terukur, dan akuntabel. Pendekatan berbasis pendampingan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya evaluasi yang transparan sekaligus meningkatkan efikasi diri tenaga pendidik Muhammadiyah Rasau Jaya dalam mengelola pembelajaran berkualitas tinggi.
Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar melalui kegiatan PKM ini menjadi pendorong utama bagi pemerataan mutu pendidikan di daerah. Langkah nyata yang diinisiasi oleh Dr. Arif Didik Kurniawan, M.Pd. ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat fondasi pedagogis guru. Dengan penguasaan evaluasi berbasis asesmen autentik, sekolah Muhammadiyah di Rasau Jaya siap melahirkan generasi peserta didik yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.